IMG-LOGO
Kegiatan Desa

FESTIVAL BHUMI MANDALA 2026: 25 BALON UDARA HIASI LANGIT CANDI NGAWEN

Create By Noventi 31 May 2026 21 Views
IMG

FESTIVAL BHUMI MANDALA 2026: 25 BALON UDARA HIASI LANGIT CANDI NGAWEN

Ngawen, Muntilan – Langit di kawasan Candi Ngawen, Desa Ngawen, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, semarak oleh warna-warni balon udara raksasa pada Minggu pagi, 31 Mei 2026. Momen ini menjadi puncak Festival Bhumi Mandala 2026, rangkaian peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 B.E./2026 sekaligus bagian dari agenda Borobudur Peace and Prosperity Festival (BPF) 2026 yang mengusung tema "One Light, One World".

 

Sejak pukul 06.00 WIB, ribuan warga dan wisatawan telah memadati area persawahan di sekitar candi untuk menyaksikan prosesi penerbangan balon udara secara langsung. Pengunjung tidak hanya datang dari wilayah Muntilan, tetapi juga dari Kota Magelang, Kulon Progo, Temanggung, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta.

 

Sebanyak 25 balon udara didatangkan langsung dari Kabupaten Wonosobo untuk memeriahkan festival tahun ini, meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya yang hanya menerbangkan sekitar 10 hingga 14 balon. Dari jumlah tersebut, 20 balon diterbangkan untuk umum dan 5 balon lainnya dikhususkan bagi tamu VVIP. Balon-balon tersebut memiliki diameter rata-rata sekitar 16 meter, dengan ketinggian penerbangan yang disesuaikan kondisi cuaca dan aspek keselamatan.

 

                                                         Dok. Pemdes Ngawen

 

Kepala Desa Ngawen, Daru Apsari, menyampaikan bahwa Festival Bhumi Mandala merupakan agenda tahunan yang digelar untuk mengenalkan potensi seni budaya dan UMKM Desa Ngawen kepada tamu dari berbagai daerah maupun mancanegara. Selain penerbangan balon udara, rangkaian festival turut menghadirkan puja bakti lintas agama, Parade Sego Wiwit, serta beragam pertunjukan kesenian di pelataran candi.

 

Festival ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, sejumlah duta besar negara sahabat, serta perwakilan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, yang menegaskan skala festival yang telah tumbuh menjadi ruang perjumpaan lintas budaya, agama, dan bangsa. Ketua Panitia BPF 2026, Jeffry Yunus, menyebut festival ini sebagai wadah bagi berbagai komunitas dan pemimpin dunia untuk bersama-sama merayakan nilai-nilai kemanusiaan.

 

Nama "Bhumi Mandala" sendiri bermakna tanah Ngawen sebagai bumi yang dapat memberikan kesejahteraan bagi sesama. Keberadaan festival ini dinilai turut menggerakkan roda ekonomi kreatif masyarakat setempat, khususnya bagi pelaku seni dan UMKM di wilayah Muntilan.

 

                                                        Dok. Pemdes Ngawen

 

Pemerintah Desa Ngawen berharap Festival Bhumi Mandala dapat terus dikembangkan sebagai agenda tahunan yang tidak hanya sarat nilai spiritual dan budaya, tetapi juga menjadi motor penggerak sektor pariwisata dan perekonomian desa.